(G-02) Jagat Raya
JAGAT RAYA
Jagat raya adalah ruang maha luas
tempat benda-benda angkasa berada.
Terdiri dari
galaksi-galaksi,planet-planet,dan benda angkasa lainnya.
TEORI PEMBENTUKAN JAGAT RAYA
1.Teori BigBang
Menurut teori ini,jagat raya
terbentuk akibat ledakan yang sangat besar.
Awalnya, terdapat 1 bintang yang
sangat besar,lalu memuai dan meledak
hingga menjadi materi-materi yang
beragam membentuk
planet,asteroid,bintang seperti
yang kita lihat sekarang ini. Teori ini didukung oleh Stepehen Hawking, ahli
fisika teoritis
2.Teori Keadaan Tetap
Astronom asal Inggris,Fres Hoyle
menyebutkan bahwa dari dahulu jagat raya bentuknya selalu tetap hingga
sekarang.Adanya perbedaan letak, dan bentuk galaksi diakibatkan oleh galaksi
baru yang muncul akibat adanya gas-gas atau penambahan jumlah zat yang
memerlukan waktu sangat lama.
3.Teori Ekspansi
Jagat raya kita saat ini,dulunya
memampat & meledak dan membentuk tatanan jagat raya yang kita lihat saat
ini.Teori ini didukung oleh Hubble
Pandangan
Jagat Raya
1.Antroposentris
Pandangan ini menyebutkan manusia
adalah pusat alam semesta. Anggapai ini berasal dari konsep alam semesta bangsa
babylon
2.Geosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa
bumi merupakan pusat alam semesta dan pusat segala kekuatan, benda langit
lainnya bergerak mengelilingi bumi. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad
ke-6sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa
ilmuwan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles, Anaximander, dan Pythagoras.
3.Heliosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa
matahari merupakan pusat jagad raya. Anggapan ini muncul sejak berkembangnya
penelitian yang didukung oleh peralatan yang lebih maju, demikian pula sifat ke
ingintahuan ilmuwan yang memunculkan gagasan-gagasan kritis.
Keberadaan anggapan Heliosentris
juga didu kung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus
Copernicus, dan Johanes Kepler.
GALAKSI
Galaksi adalah kumpulan bintang,
planet, gas, debu, nebula dan benda-benda langit lainnya yang didalam ruang
hampa jagat raya. Keberadaan galaksi dapat di amati dengan teleskop.
Menurut Hubble (1926) bentuk
galaksi dibagi 4,yaitu :
1.Galaksi bentuk spiral.
Pada galaksi ini terlihat adanya
roda-roda Catherina di dalamnya, dengan lengan-lengan berbentuk spiral yang
keluar dari pusat yang terang. Sekitar 60% dari galaksi berbentuk spiral.
contohnya seperti galaksi kita
yaitu, Bimasakti.
2.Galaksi bentuk spiral
berpalang.
Pada galaksi ini terlihat dari
bagian ujung suatu pusat keluar lengan-lengan spiral galaksi. Sekitar 18% dari
jumlah galaksi di jagad raya ini berupa spiral-spiral ataupun spiral-spiral
yang terpotong.
3.Galaksi bentuk elips.
Galaksi ini berbentuk elips, dari
berbentuk hampir menyerupai bola kaki sampai pada bentuk yang sangat lonjong
seperti bola rugby. Sekitar 1 8 Wo galaksi di jagad raya berbentuk elips. contohnya
seperti galaksi M87
4.Galaksi bentuk tak
beraturan.
Galaksi berbentuk tak beraturan,
atau tidak mempunyai bentuk tertentu, sekitar 4% galaksi di jagad raya
berbentuk tak beraturan.
Ciri-ciri Galaksi
1.Memancarkan cahaya
sendiri
2.Jarak antar galaksi
mencapai jutaan tahun cahaya
Satuan Jarak yang Digunakan di
Jagat Raya
1.Satuan Astronomi (SA)
- Jarak antar matahari - bumi
sekitar 150 iuta Km
2.Satu Tahun Tropik
- 1 tahun Tropik = 31.536.000
detik
3.Satu Tahun Cahaya
-1 tahun cahaya = kecepatan
cahaya (sekitar 300jt Km/s) x satuan detik dalam 1 tahun (31.336.000 s)
TATA
SURYA
Tata surya adalah matahari &
benda angkasa seperti planet,komet,dll. yang mengelilinginya.
Anggota
Tata Surya
1.Asteroid
Asteroid, pernah disebut
sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih
kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat
di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid
berbeda ekor sementara asteroid tidak.
2.Komet
Komet adalah benda langit
yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis
atau hiperbolis. Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang
berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor
yang tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Komet terbentuk dari
es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat
berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun
komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari,
sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Contoh komet adalah komet Halley
yang muncul setiap 76 tahun sekali.
3.Meteor
Meteoroid : benda-benda
kecil di tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih
besar daripada sebuah molekul.
Meteor : Meteoroid yang
akan jatuh ke bumi
Meteorit : Meteorit adalah
batu meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi.
4.Matahari
Matahari adalah bola
raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang
berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata
surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil,
asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari.
5.Planet
Ciri-ciri Planet
mengorbit mengetilingi bintang
atau sisa-sisa bintang;mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi
tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid bodysehingga benda angkasa
tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);tidak
tertalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di
intinya; dan,telah "membersihkan lingkungan" (clearing the
neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa
berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar
orbitnyaBerdiameter lebih dari 800 km Planet dalam Tata Surya
1. Merkurius
Merkurius adalah planet
terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan
revolusi 88 hari dan rotasi 59 hari. Jarak Merkurius dengan matahari adalah
57.910.000 km.
2. Venus
Venus atau Bintang
Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet
ini memiliki radius 6.052 km, diameter 12.104 km.AtmosferVenus mengandung 97% karbondioksida
(CO2) dan 30/0 nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.
Rotasinya 243 hari, sedangkan kala revolusinya 225 hari. Jarak Merkurius dengan
matahari adalah 57.910.000 km.
3. Bumi
Bumi adalah planet ketiga di tata
surya. Mengandung unsur yang bisa dihuni makhluk hidup. Planet Bumi mempunyai
lapisan atmosfer sejurnlah air dan oksigen demikian juga pergantian musim,
bahkan di sana juga terdapat polar icecaps, yaitu tudung es kutub yang luasnya tidak
selalu tetap. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Deimos (satelit luar) dan
Phobos(satelit dalam). Kedua satelit ini ditemu kan oleh luar) dan Phobos (satelit
dalam). Kedua satelit ini ditemu kan oleh Hall pada tahun 1877. Jarak Mars
dengan Matahari adalah 227.940.000 km.
4.Mars
Planet Mars mempunyai garis
tengah kurang lebih 6.792 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi
matahari kurang lebih 697 hari dengan rotasi selama 24 jam 37 menit. Planet
Mars mempunyai sejumlah air dan oksigen demikian juga pergantian musim, bahkan
c sana juga terdapat polar icecaps, yaitu tudung es kutub yang luasnya tidak
selalu tetap. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Deimos (satelit luar)
dan Phobos(satelit dalam). Kedua satelit ini ditemu kan oleh luar) dan
Phobos(satelit dalam). Kedua satelit ini ditemu kan oleh Hall pada tahun 1877.
Jarak Mars dengan Matahari adalah 227.940.000 km.
5. Jupiter
Jupiter adalah planet terbesar
dalam sistem Tata Surya kita. Diameternya lebih dari 130.000 kilometer. Rotasi
Jupiter terhadap matahari paling cepat, yaitu 10 jam sekali putaran. Planet ini
mempunyai keistimewaan, yaitu adanya unsur kimia yang terkandung di dalam
sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi (sangat lambat). Sekalipun
berukuran sangat besar kepadatan planet ini sangat rendah karena sebagian besar
terdiri atas unsur-unsur ringan, antara lain 850/0 Hidrogen dan 15% Helium.
Campuran yang lain sedikit sekali
berupa CH4, NH3, dan lainnya. Yupiter mempunyai banyak satelit, yaitu 14 buah.
Penemuan terakhir menunjukkan satelitnya lebih banyak lagi. Empat dari satelit
itu adalah lo, Europa, Ganymade (satelit terbesar hampir sebesar bumi), dan
Calistio. Jarak Yupiter dengan Matahari adalah 778.300.000 dan Calistio.
JarakYupiter dengan Matahari adalah 778.300.000 kilometer.
6. Saturnus
Saturnus adalah sebuah
planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan
planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Saturnus berevolusi dalam
waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada tahun.
Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis
turus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat
singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik. dalam waktu yang sangat singkat, yaitu
10 jam 40 menit 24 detik. Jarak antara Saturnus dan Matahari adalah
1.427.000.000 kilometer.
7.Uranus
Uranus adalah planet
ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat
dalam Tata Surya. la dinamai dari nama ketiga dan terberat keempat dalam Tata
Surya. la dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Npav6c) ayah dari
Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan
mata telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai
planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Sir
William Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah
batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah
8. Neptunus
Planet Neptunus ditemukan oleh
Bonvard pada tahun 1821 di Paris, Prancis. Jika dilihatdari bentuknya Neptunus
merupakan saudara kembar Uranus, terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali
radius bumi. Garis tengahnya kurang lebih 53.000 kilometer. Waktu yang digunakan
untuk mengelilingi matahari kurang lebih 164,79 tahun, sedangkan rotasinya 15
jam. Susunan atmosfernya terdiri atas metana. Planet ini mempunyai lima
satelit. Dari lima satelit ini ada dua satelit besar yang diberi nama Triton
dan Nereid.
TEORI
TERJADINYA TATA SURYA
1.Teori Kabut/Nebula
Pada awalnya tata surya berbentuk
massa gas raksasa yang bercahaya dan berputas perlahan-lahan. Massa ini
berangsur-angsur mendingin, mengecil dan mendekati bentuk bola dan akhirnya menjadi
planet. Pencetus teori Nebula adalah Immanuel Kant.
2.Teori Planetesimal
Suatu ketika terdapat bintang
yang melintas dengan kecepatan tinggi dan dekat dengan matahari. Karena
besarnya daya tariknya dan dekat dengan matahari. Karena besarnya daya tariknya
mengakibatkan pasang pada pusat matahari. Sehingga massa gas terlempar keluar
dan tertahan oleh grafitasi matahari. Kemudian massa itu mendingin kemudian
memadat, akhirnya terbentuklah planet. Pencetus teori ini adalah Forest Ray
Moulton dan T.C. Chamberlain.
3.Teori Pasang Surut
Hampir sama dengan teori
planetesimal. Tetapi pada teori ini planet tidak terbentuk secara planetesimal.
Ketika bintang mendekat tidak terbentuk secara planetesimal. Ketika bintang
mendekat bahkan menyrempet matahari, menyebabkan tilamennya tersedot. Filament
itu membesar di bagian tengah dan mengecil di kedua ujung. Filament ini lah
yang membentuk planet. Penetus teori ini adalah Sir James Jeans dan Sir Harold
Jeddreys.
4.Teori Bintang Kembar
Menurut teori tersebut, dahulu
terdapat 2 bintang yang hampir sama. Saling mengelilingi 1 sama lain. Kemudian
salah satu bintang Saling mengelilingi 1 sama lain. Kemudian salah satu bintang
tersebut meledak dan menjadi planet-planet,asteroid, dan benda angkasa lainnya
di tata surya (kecuali matahari). Sedangkan bintang yang tidak meledak adalah
matahari kita saat ini.yang tidak meledak adalah matahari kita saat ini.
2.
Galaksi dalam jagat raya
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu
sistem yang terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan
dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinginya
secara teratur.
Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai
suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas,
yang anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi pada
umumnya terdiri atas milyaran bintang-bintang yang mempunyai ukuran, warna, dan
karakteristik yang sangat beraneka ragam.
Secara garis besar, menurut morfologinya, galaksi
dibagi menjadi tiga tipe, yaitu galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak
beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk atau penampakan
galaksi-galaksi tersebut. Galaksigalaksi yang diamati dan dipelajari oleh para
astronom sejauh ini terdiri atas sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips,
dan 5% galaksi tak beraturan. Namun bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi
yang paling banyak terdapat di alam semesta ini.
Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam
semesta ini adalah galaksi elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang
sama, kita akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral.
Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang redup, sehingga sulit untuk diamati.
a.
Galaksi spiral (Spiral galaxy)
Galaksi spiral merupakan tipe yang paling umum dikenal
orang. Mungkin karena bentuk spiralnya yang indah itu. Jika kita mendengar kata
galaksi, biasanya yang terbayang adalah galaksi tipe ini. Galaksi kita termasuk
galaksi spiral. Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi
(termasuk lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol).
Anggota galaksi spiral adalah bintang-bintang muda dan tua. Bintang-bintang tua
terdapat pada gugus-gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang
berjumlah puluhan sampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama,
mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama
sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi.
Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi
yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti
materi antarbintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu. Bulge pada galaksi
spiral adalah bagian yang paling padat.
Pada Bima Sakti, pusat galaksi terletak di arah Rasi
Sagitarius, tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah, sebab materi
antarbintang banyak menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu.
Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan yang jauh
lebih besar daripada galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah
menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi.
Besar kecilnya kecepatan rotasi pada galaksi spiral
bergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi
spiral sendiri tidaklah sama. Semakin ke arah pusat galaksi, kecepatan
rotasinya semakin besar. Contoh lain galaksi spiral selain Bima Sakti adalah
galaksi Andromeda. Ukuran Andromeda ini sedikit lebih besar daripada Bima
Sakti. Galaksi Andromeda dan Bima Sakti termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak
galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Untuk mengarungi jarak
sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun. Ini berarti bahwa cahaya
yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5 juta tahun
yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada waktu itu. Jarak ini
dalam ukuran astronomi masih terhitung dekat, jarak ke galaksi-galaksi lainnya
jauh lebih fantastis. Bahkan ada yang sampai milyaran tahun cahaya.
b.
Galaksi elips (Elliptical galaxy)
Galaksi berbentuk elips meliputi kurang lebih 17 %
dari jumlah galaksi yang telah dikenal. Galaksi ini menyerupai bentuk dasar
bulatan besar yang berbentuk lonjong (elips) di angkasa yang memancarkan sinar yang
relatif terang. Contohnya, Galaksi Fornax dan Galaksi Skulpter.
c.
Galaksi tak beraturan (Irregular galaxy)
Galaksi yang tidak mempunyai bentuk dasar spiral
ataupun elips disebut galaksi tak beraturan. Dengan kata lain, galaksi ini
terlihat seperti suatu kumpulan bintang dan benda-benda angkasa lainnya yang
letaknya tidak beraturan. Contohnya Galaksi Magellan.
3.
Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways Galaxy)
Galaksi kita termasuk galaksi spiral berbentuk seperti
cakram dengan garis tengah kira-kira 100.000 tahun cahaya (30.600 pc). Bintang
yang lebih tua ditemukan di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun cahaya
(6.100pc). Bintang yang lebih muda ditemukan di lengan spiral. Pusat galaksi
berada dalam gugusan bintang Sagitarius. Kutub utaranya di Coma Berenices,
sedangkan kutub selatannya di Sculptor. Matahari ada di sudut dalam lengan
spiral Carina Cygnus kira-kira 32.000 tahun cahaya (9.800 pc) dari pusat
galaksi. Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri atas 100
biliun bintang.
Untuk membayangkan bagaimana kira-kira bentuk galaksi
kita, maka kita dapat membayangkan dua buah telur mata sapi yang bagian
bawahnya disatukan. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh
cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu
tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta kilometer. Jadi, satu
tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis tengah galaksi kita
sekitar 100.000 × 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta juta km (950 diikuti
oleh 15 buah nol di belakangnya). Untuk memudahkan perhitungan, digunakan
satuan jarak yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi
kita sekitar 10.000 tahun cahaya.
Lalu, di mana letak Matahari kita? Matahari terletak
sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang
yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota
Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari
satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang
terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga
bintang Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat
galaksi, jarak antarbintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan
galaksi ke arah pusat semakin besar.
Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi di alam
semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop
berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah
galaksi. Jadi, tidak salah jika kita mengira bahwa jika mempunyai teleskop yang
lebih besar, kita akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi.
Sebelum kita memiliki metode pengukuran jarak yang
cukup baik, para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam
semesta. Bercakbercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya
diklasifikasikan sebagai nebula (kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti.
Dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan
nebula spiral. Harlow Shapley dan George Ellery Hale, merupakan dua orang
astronom yang amat berjasa membangun pengertian tentang galaksi. Shapley telah
mengembangkan metode untuk mengukur diameter Bima Sakti, sedangkan Hale, amat
besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk
pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa merekalah, sehingga kita
mengetahui bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga
seperti Bima Sakti, terdiri atas ratusan juta sampai milyaran bintang, dan
berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Melalui jalan yang telah
mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari sekian banyak
galaksi yang bertebaran di alam semesta yang amat luas ini.
4.
Nebula
Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang
bercahaya dalam suatu kumpulan sangat luas. Nebula banyak diyakini oleh para
ahli sebagai suatu materi cikal bakal terbentuknya suatu sistem bintang,
seperti sistem bintang matahari atau biasa disebut tata surya. Nebula yang
terkenal, antara lain Nebula Orion M42 di rasi Orion dan Nebula Trifid di rasi
Sagitarius.
5.
Rasi bintang
Kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu
dan letaknya berdekatan disebut Rasi Bintang atau Konstelasi Bintang. Contohnya
Rasi Bintang Pari (Crux) merupakan kumpulan dari empat bintang yang letaknya
berdekatan, yakni Bintang Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. Selain Rasi Bintang
Pari, nama-nama rasi bintang lainnya antara lain Rasi Bintang Orion, Centauri,
Ursa Mayor, Lyra, dan Aquilla.
Di sekitar Ekliptika yang seolah-olah melingkari bola
langit terdapat 12 rasi bintang yang disebut Zodiak. 12 Rasi bintang yang ada
di sekitar ekliptika adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra,
Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces
6.
Bintang (The star)
Bintang adalah benda angkasa berbentuk bulat yang
mempunyai cahaya sendiri. Salah satu bintang yang paling kita kenal adalah
bintang Matahari (The Sun Star), nama-nama bintang lainnya yaitu Polaris,
Antares, Aldebaran, Sirius, Spica, Betelguese, Hidra, Pegasus, Phoenix, Carina,
dan lain-lain.
Derajat terang atau tingkat kecemerlangan bintang
disebut magnitudo. Magnitudo Bintang dihitung mulai dari 1 sampai 6.
Bintang yang magnitudonya 1 lebih terang 2,5 kali daripada bintang yang
bermagnitudo 2, dan seterusnya. Bintang pada tingkat kecemerlangan lebih terang
daripada bintang bermagnitudo 1 diberi tanda – (minus). Matahari sebagai salah
satu bintang mempunyai magnitudo sekitar – 26,8, artinya matahari merupakan
bintang yang sangat cemerlang bila dilihat dari bumi. Hal ini dikarenakan
letaknya paling dekat dengan bumi, sedangkan bintang yang sangat jauh dan
hampir tidak terlihat oleh mata disebut bintang bermagnitudo 6.
Komentar
Posting Komentar