(G-01) Lingkup kajian geografi dan peta

 

Pengertian Ruang Lingkup Geografi

 

Ruang lingkup geografi adalah segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi dengan berbagai macam organisasi keruangannya.

Selain itu, terdapat beberapa ahli yang berpendapat mengenai ruang lingkup geografi. Berikut adalah penjelasannya.

Ruang Lingkup Geografi Menurut Para Ahli

 

1. Rhoads Murphy

Rhoads Murphy berpendapat bahwa terdapat tiga ruang lingkup geografi. Hal ini tercantum dalam bukunya yang berjudul “The Scope of Geography“.

Tiga ruang lingkup tersebut adalah persebaran dan keterkaitan manusia di Bumi serta aspek keruangan dan pemanfaatnnya bagi tempat hidup manusia, hubungan timbal balik antara manusai dengan lingkungan fisik alam yang merupakan bagian dari keanekaragaman wilayah, dan kerangka regional serta analissi wilayah yang berciri khas khusus.

2. William Kirk

Menurut William Krik apabila Bumi dipandang dari segi teori lingkungan hidup, ruang lingkup geografi dikelompokan menjadi 3 lingkungan, yaitu:

a. Lingkungan fisik atau abiotik

Segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa makhluk tak hidup. Contohnya tanah, udara, air dan sinar matahari.

b. Lingkungan biologis atau antibiotik

Segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa makhluk hidup. Contohnya binatang, tumbuh-tumbuhan, termasuk didalamnya adalah manusia.

c. Lingkungan sosial

Segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud tindakan ataupun aktivitas manusia baik dalam hubungannya dengan lingkungan alam maupun antar manusia.

Namun pada umumnya ruang lingkup geografi dibedakan menjadi kajian fisik, kajian sosial, dan kajian regional.

 

Ruang Lingkup Geografi Beserta Contohnya

 

1.Kajian Fisik

Berdasarkan aspek fisik, geografi membahas tentang gejala-gejala yang terjadi di Bumi, berati tidak hanya terjadi di permukaan bumi saja tetapi bisa di angkasa, udara dan lain sebagainya.

Contohnya adalah proses pasang surut air laut, jenis batuan, proses terjadinya hujan, perbedaan iklim, proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit.

 

2. Kajian Sosial

Kajian sosial atau bisa disebut dengan geografi manusia adalah kajian terhadap kehidupan manusia terhadap lingkungannya.

Contohnya adalah masyrakat yang tinggal di pedesaan kebanyakan memiliki pekerjaan sebagai petani.

3. Kajian Regional

Pada kajian geografi regional mempelajari tentang suatu fenomena yang terjadi pada suatu wilayah tertentu.

Contohnya adalah tentang kepadatan penduduk di suatu wilayah, persebaran jenis flora dan fauna.

 

Disiplin Ilmu Geografi

 

Geografi memiliki banyak sekali disiplin ilmu yang secara khusus membahas masing-masing gejala yang terjadi di bumi dan alam semesta.

Apa saja si disiplin ilmu geografi ini?

1. Geologi

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, serta komponen dan proses terjadinya bumi.

 

 

2. Geofisika

Geofisika adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi menggunakan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip fisika.

3. Biogeografi

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di atas muka bumi.

 

4. Geomorfologi

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada Bumi itu sendiri.

5. Hidrografi

Hidrografi atau geodesi ada;ah ilmu yang mempelajari tentang pemetaan laut dan pesisir.

6. Paleontologi

Paleontologi adalah disiplin ilmu yang memplajari mengenai sejarah kehidupan di bumi dan tanaman serta hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan di batuan.

7. Antropogeografi

Antropogeografi adalah disiplin ilmu yang berfokus pada mempelajari penyebaran mayarakat serta bangsa-bangsa di Bumi yang berhubungan dengan lingkungan geografisnya.

8. Meteorologi

Meteorologi atau ilmu cuaca adalah cabang dari ilmu atmosfer yang mencakup kimia atmosfer dan fisika atmosfer, dengan fokus utama berada pada ilmu prakiraan cuaca.

9. Geografi Matematis

Merupakaan disiplin ilmu yang mempelajari tentang bentuk, ukuran, serta, gerakan bumi, yang didalamnya meliputi gais lintang dan garis bujur, meridian, paralel, luas permukaan bumi, dsb.

10. Astronomi

Astronomi atau yang sering dikenal dengan ilmu falak, merupakan ilmu yang meneliti benda langit (bintang, planet, komet, satelit, dll) serta fenomena-fenomena yangb terjadi di luar atmosfer Bumi.

11. Oseanografi

Merupakan ilmu yang mempelajari tentang samudra dan lautan.

12. Klimatologi

Ilmu yang mempelajari tenatng sifat iklim disuatu tempat dan hubungannya dengan aktivitas manusia.

13. Demografi

Demografi atau sering deikenal juga dengan ilmu kependuukan merupakan ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia.

14. Geografi sejarah

Merupakaan ilmu yang mempelajari tentang manusia, fisik, fiksi, dan fakta geografi dimasa lampau.

 

15. Geografi Regional

Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah tertentu baik eara lokal, negara, ataupun wilayah yang lebih luas seperti benua.

16. Geografi Politik

Geografi politik adalah ilmu yang mempelajari relasi antara kehidupan dan aktivitas politik dengan kondisi-kondisi alam suatu negara. Politik merupakan cabang dari geografi manusia


Pengertian Ilmu Geografi

“Geografi” berasal dari bahasa Yunani, asal kata ”geo” berarti ”bumi” dan ”graphein” yang berarti ”lukisan” atau ”tulisan. Menurut pengertian yang dikemukakan Eratosthenes, ”geographika” berarti ”tulisan tentang bumi” (Sumaatmadja, 1988: 31).

Pengertian ”bumi” dalam geografi tersebut, tidak hanya berkenaan dengan fisik alamiah bumi saja, melainkan juga meliputi segala gejala dan prosesnya, baik itu gejala dan proses alamnya, maupun gejala dan proses kehidupannya. Oleh karena itu dalam hal gejala dan proses kehidupan, di dalamnya termasuk kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia sebagai penghuni bumi tersebut.

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Eratothenes

Mengungkapkan istilah geografi yang berasal dari kata geo (bumi) dan graphein (mencitra) berarti geografi adalah penulisan tentang bumi.

Claudius Ptolomeus

Geografi adalah penyajian dari sebagian atau seluruh permukaan bumi melalui peta.

Ellsworth Huntington

Geografi adalah studi tentang alam & penyebarannya dan relasi antara lingkungan alam dengan kualitas / aktivitas manusia.

James E Preston

Geografi adalah ilmu yang berhubungan dengan interelasi manusia dengan habitatnya, geografi menurutnya dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu yang ada.

Bintarto

Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam & penduduk serta mempelajari corak yang khas dalam kehidupan & berusaha mencari fungsi dan unsur bumi dalam ruang dan waktu.

Seminar Lokakarya IGI (Ikatan Geografi Indonesia ) Semarang 1988

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan & perbedaan fenomena geosfer dari sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan.

Menurut Richoffen (Hartshorne, 1960: 173)

“Geography is the study of the eart surface according to its differences, or the study of different areas of the earth surface…, in term of total characteristics”.

Bagi Richoffen bahwa bidang kajian geografi tidak hanya mengumpulkan bahan-bahan yang kemudian disusun secara sistematik, tetapi harus dilakukan penghubungan bahan- bahan tersebut untuk dikaji sebab akibatnya dari fenomena-fenomena di permukaan bumi yang memberikan sifat individualitas sesuatu wilayah. Sebab ruang lingkup geografi tidak sekedar fisik, melainkan juga termasuk gejala manusia dan lingkungan lainnya.

Menurut Vidal de la Blache (1845- 1919) dari Prancis yang dikenal sebagai “Bapak Geografi Sosial Modern”,

“geography is the science of places, concerned with qualities and potentialities of contries”(Hartshorne, 1960: 13). Kemudian Karl Ritter misalnya menyatakan bahwa “geography to study the earth as the dwelling-place of man”.


Dalam pengertian “the dwelling-place of man” tersebut bahwa bumi tidak hanya terbatas kepada bagian permukaan bumi yang dihuni manusia saja, melainkan juga wilayah-wilayah yang tidak dihuni manusia sejauh wilayah itu penting artinya bagi kehidupan manusia. Dengan demikian wilayah studi geografi meliputi semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik alam organiknya maupun alam anorganiknya dalam interelasi dan interaksinya dalam ruang (spatial relationship), di mana semuanya itu dikaji.

Menurut Richard Hartshorne (1960: 47)

“geography is that discipline that seeks to describe and interpret the variable character from place to place of earth as the world of man”. Mengingat ilmu geografi tersebut sangat luas dapat dianalogikan sebagai perpaduan dari berbagai disiplin ilmu (murni, terapan, eksak, non eksak), alam, sosial), maka geografi sering disebut sebagai “ibu” atau “induk” ilmu pengetahua.

Preston E. James (1959: 11)

“Geography has sometimes been called the mother of sciences, since many fields of learning that started with observations of the actual face of earth turned to the study of specific processes whereever they might be located”

Sudah barang tentu pernyataan itu didasarkan atas alasan yang kuat ataupun bukan didasarkan alasan yang dibuat-buat. Sebab bidang geografi yang luas tersebut mencakup beberapa aspek-aspek alamiah yang sifatnya eksak, kemudian bidang-bidang sosial yang non-eksak.

Selain itu alasan James memberikan sebutan sebagai “induk ilmu pengetahuan” kepada Geografi, bukan hanya didasarkan atas relita bahwa observasi dan pengkajian ilmu pengetahuan lain diambil dari bagian-bagaian di permukaan bumi, melainkan didasarkan bahwa perkembangan geografi ini telah begitu tua, sejalan dengan pemikiran filosofis tentang terjadinya alam semesta dengan kehidupannya, mulai dari zaman Herodotus pada tahun 480-430 sebelum masehi.

(Sumaatmadja, 1988: 33)

Intrelasi dan integrasi keruangan gejala di permukaan bumi dari suatu wilayah ke wilayah lain selalu menunjukkan perbedaan. Hal ini dapat kita kaji sendiri bahwa ciri-ciri umum suatu wilayah dapat membedakan diri dari wilayah lainnya. Ciri umum yang merupakan hasil interelasi, interaksi dan integrasi unsur-unsur wilayah yang bersangkutan, merupakan obyek studi gegrafi yang komprehensif.

Ruang Lingkup Geografi

Ruang lingkup kajian studi geografi adalah menjawab pertanyaan:

Apa (What) dalam arti struktur pola, fungsi dan proses gejala, kenampakan atau kejadian di permukaan bumi.

Dimana (Where) dalam arti situs (site), letak (lokasi) atau penyebaran (spatial distribution) di permukaan bumi.

Berapa panjang (How long) sebuah sungai, jalan, berapa lebar (How wide), berapa luas (How large) suatu areal atau wilayah, berapa jauh (How far) jarak antar lokasi, berapa dalam (How deep) suatu perairan (danau, sungai, laut), berapa tinggi (How high) suatu elevasi, berapa miring (How steep) suatu lereng, berapa lama (durasi) suatu proses berlangsung (How long), berapa banyak (How many atau much) suatu jumlah.

Mengapa (Why) dalam arti korologi atau keruangan dan penjelasan atau deskripsi latar belakang dan pola hubungan sebab akibat (causal) atau interelasi dan interaksi serangkaian gejala / kejadian atau motivasi manusia.

Bagaimana (How) dalam arti penjelasan suatu struktur pola, fungsi dan proses gejala/kejadian atau solusi terhadap suatu masalah yang berwujud rumusan saran kebijakan.

Kapan (When) dalam arti waktu lampau (informasi), sekarang dan akan datang (peramalan/forecasting atau perencanaan).

Siapa (Who) dalam arti sebagai obyek penelitian atau pelaku (subyek) suatu kejadian dan sekaligus sebagai subyek yang bertanggung jawab dalam bentuk kelompok manusia, tidak sebagai individu (terutama dalam bahasan geografi manusia, khususnya geografi politik) kecuali behavioral geography.

Sutanto (2000) berpendapat bahwa ciri khas geografi bukan terletak pada materi yang dikaji, bukan pula oleh pertanyaannya melainkan pada cara menjawab pertanyan tersebut, kata tanya apa, dimana, berapa, mengapa, kapan dan siapa dikaitkan dengan:

Pertanyaan teoritis (mengkaji teori yang ada, mengembangkan, atau menyusun    yang baru),

Pertanyaan metodikal (cara perolehan data, cara analisis),

Pertanyaan remedial ((pemulihan lahan kritis, pengentasan kemiskinan),

Pertanyaan genetikal (asal mula fenomena),

Pertanyaan generik (bersifat umum).

Secara substansial setiap sudut pandang pola kajian studi geografi berisi unsur-unsur esensial tertentu yaitu meliputi:

Kajian keruangan

Lokasi absolut dengan relatif, ukuran (bentuk, batas, luas, arah, jarak dalam arti dimensi ruang relatif (keterpisahan) morfologi bentang alam fisik.

Aksesibilitas (keterjangkauan), distribusi (pembagian sebaran dalam ruang) difusi (penyebaran dan perluasan), perubahan kepadatan dan pertumbuhan, pola gerakan orang barang, idea dan aglomerasi jaringan hirarki pusat pelayanan dan potensi sumber daya di permukaan bumi (konsep hubungan dan sumber daya).

Kecenderungan (tren) struktur (pengelompokan dan penyebaran), fungsi (produk mekanisme interelasi gejala) dan proses (perkembangan gejala dari waktu ke waktu) perkembangan obyek di permukaan bumi.

Relasi, interrelasi, interaksi (arus gerakan, hubungan sebab-akibat) gejala keruangan antara makhluk hidup dengan lingkungannya (konsep hubungan dan ketergantungan)

Bentuk aplikasinya antara lain: perencanaan pembangunan DAS, perencanaan kota, penataan ruang.

Kajian kompleks wilayah, yang membahas tentang:

Karakteristik wilayah melalui analisis perbedaan (diferensiasi) dan persamaan (homogenitas) sifat wilayah atau region konsep wilayah dan ketergantungan. Proses integrasi, interaksi dan difusi jaringan dan hirarki wilayah modal, dalam rangka perubahan ruang.

Berbagai jenis wilayah, misalnya: formal region, functional region,

administrative region, planning region.

Teori pertumbuhan wilayah, teori arus antar wilayah, teori klasifikasi,

peramalan wilayah, perencanaan wilayah.

Kajian wilayah sebagai tujuan (objective region) dan wilayah sebagai alat analisis (subjective region).

 

Kajian ekologi dan kajian sistem yang membahas tentang:

Lingkungan (perilaku, gejala), habitat, site, territorial, lingkungan alam fisik (physic natural environment) lingkungan budaya (cultural environment), persepsi, sumber daya (resource), kualitas tanah, potensi tanah, konservasi, ekosistem, equilibrium, efisiensi.

Analisis fungsi, pertukaran berbagai sumber daya dan gerakan, aliran, interaksi, dan interdependensi.

Solusi permasalahan keruangan dan pembangunan (konsep pembangunan berkesinambungan).

Geografi SDA, penilaian dampak lingkungan, norma dan kriteria dampak lingkungan, daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Kaitan ilmu geografi dengan ilmu-ilmu lain (politik, hankam, linguistik, sosiologi, antropologi, geologi, sejarah, perencanaan, biologi, meteorologi, ekonomi, ekonometrik, matematika, teknik, lingkungan hidup, dsb) dalam rangka penelitian terpadu dan dalam konteks dunia (konsep holistik dan global).

Fungsi dan peran serta setiap ilmu dalam pencapaian tujuan suatu penelitian interdisiplin, multidisiplin dan transdisiplin secara terpadu (integrated surveys).

 

Kajian sejarah (kronologis/historis) yang membahas tentang:

Perubahan kegiatan yang berlangsung dalam konteks ruang (yang sama) dan waktu (yang berbeda).

Kecenderungan (trend) hubungan kausal dan dinamika perkembangan, perubahan gejala, kenampakan dari waktu ke waktu dalam ruangan yang sama atau siklus.

 

Sarana berfikir ilmiah geografi, meliputi:

Model (termasuk peta), sistem informasi geografi, computer, metode analisis geografi kuantitatif (matematika dan statistika) penafsiran foto udara dan citra landsat, logika dan bahasa.

 

PRINSIP GEOGRAFI

Pada geografi merupakan dasar mengkaji dan mengungkapkan gejala geografi yang ada di permukaan bumi.

Dan secara teoritis, prinsip-prinsip geografi yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip Penyebaran

Prinsip Penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta-fakta geografi dalam sebuah peta serta untuk mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain.

Hal tersebut disebabkan karena penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata, antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

2. Prinsip Interrelasi

Prinsip Interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisk dan non-fisik.

Prinsip ini juga dapat mengungkap gejala atau fakta geografi di suatu wilayah tertentu.

3. Prinsip Deskripsi

Prinsip ini digunakan untuk memberikan gambaran-gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis

Prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, maupun tabel.

4. Prinsip Korologi

Dengan prinsip korologi dapat dianalisis gejala, fakta, dn masalah geografi yang ditinjau dari penyebaran, interrelasi, dan interaksinya dalam ruangan.
PENDEKATAN DAN RUANG LINGKUP GEOGRAFI

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dengan sudut pendang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Secara mendasar, ruang lingkup ilmu geografi meliputi segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi dengan berbagai variasi dan organsiasi keruangannya.

Oleh karena itu, geografi dapat memperoleh data dan fakta dimanapun dan kapanpun.

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungannya, sehingga geografi memiliki objek dan ruang lingkup kajian yang jelas.

Objek kajian geografi pada dasarnya terbagi dua, yaitu objek material berupa fenomena geosfer yang terdiri dari beberapa lapisan, yaitu litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosferm dan antroposfer. Sedangkan objek formalnya berkaitan dengan cara pandang terhadap suatu gejala keruangan di muka bumi.

Objek formal adalah region di permukaan bumi terhadap yang memiliki karakteristik tersendiri, sehingga dapat dibedakan dengan wilayah-wilayah lain, biasanya didasarkan pada aspek alamiah dan aspek sosial.

Objek formal ilmu geografi merupakan indikator dan daya pmbda dengan ilmu-ilmulain, sedangkan ruang lingkup kajian geografi memungkinkan manusia memperolh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankna pada aspek spesial, dan ekologis.

Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausak dan spasial manusia dengan lingkungannya, serta interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Rhoad Murphey, dalam bukunya “The Scope of Geography”, mengemukakan 3 (tiga) pokok ruang lingkup study geografi, yaitu sebagai berikut :

1) Geografi mempelajari persebaran dan relasi umat manusia di permukaan bumi. Selain itu, juga mengkaji aspek keruangan tempat hidup manusia serta bagaimana manusia memanfaatkannya.

2) Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik )alam) sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah.

3) Geografi mempelajari kerangka regional dan analisis dari region yang mempunai cirri khusus.

Dari uraian tersebut diatas, jelaslah bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek manusia (manusiawi)

Pengertian lingkungan pada geografi tidak hanya terbatas pada pengertian lingkungan alam, tetapi juga pada lingkungan yang dihasilkan manusia.






Komentar

Postingan Populer